Bisnis Pemula untuk Anak Muda

0 5,016

Bisnis Pemula untuk Anak Muda | Dari tahun ke tahun, perkembangan bisnis semakin pesat, ruang lingkup atau coverage dari bisnis yang ada semakin luas, bahkan semakin detail. Dari bisnis retail, hingga sisi yang sebelumnya tidak terfikir bisa “dibisniskan” pun saat ini sudah ada. Misalnya jasa kebersihan. Inti dari bisnis saat ini adalah bisnis mudah dan menguntungkan, sesuatu yang bisa menyelesaikan masalah, sesuatu yang bisa mempermudah suatu pekerjaan. Dengan kebiasaan manusia-manusia zaman sekarang yang semakin sibuk, maka semakin banyak celah-celah kehidupannya yang bisa dimasuki. Bisnis hadir menjadi solusi bagi kemudahan dan pemecahan permasalahan, maka bisnis yang seperti itu akan mudah diterima dan bukan hal yang mustahil usaha yang bagus untuk masa depan mudah diraih.

Jualan, apa itu jualan? apakah berbeda dengan bisnis? Bagi kami, hal itu berbeda. Hal paling mendasar adalah jualan hanya mendatangkan active income, sedangkan bisnis dituntut untuk dapat menghasilkan passive income. Yang menjadi pertanyaan, mengapa passive income itu penting? Jualan memang sangat menarik, dan menjadi sumber pendapatan yang instan. Tetapi mau sampai kapan kita jualan? Mau tidak mau kita harus membangun sistem. Dari jualan itu sendiri dapat kita bangun sistem yang sederhana, misalnya sistem distributot, atau sistem keagenan, atau sistem reseller. Biarlah reseller-reseller kita yang menjual produk-produk kita, kita cukup memproduksi saja.

Sistem seperti itu juga menggunakan yang namanya “faktor kali”. Sedangkan jualan itu menggunakan “faktor tambah”. Bisnis dengan sistem “faktor kali” akan cepat besar karena perkembangannya hampir mandiri. Kita cukup memberikan support di belakang layar, dan sekali dua kali tampil didepan untuk branding.

Bisnis Pemula untuk Anak Muda : Bisnis Mudah dan Menguntungkan

Usaha apa yang bagus untuk jangka panjang? Ada yang sedang mencari jawaban dari pertanyaan tersebut?Semua bisnis memiliki faktor resiko. Tetapi dari masing-masing memiliki level resiko dan faktor kendali resiko yang berbeda-beda. Ibarat 2 sisi uang, jika dipandang aman, itu tetap ada faktor resiko. Jika dipandang tidak aman, sata ini sudah banyak bisnis yang menjamin dengan baik. Untuk meminimalkan resiko, bisa dipermudah dengan memisahkan antara jalur produksi dan distribusi. Jika kita fokus produksi, kita harus bangun sistem distribusi agar bisa autopilot atau bisa dipegang orang lain. atau lebih mudah, kita fokus saja di distribusi, karena jalur distribusi lebih sederhana daripada produksi.

Jalur produksi ada banyak komponen yang mempengaruhinya, seperti ketersediaan bahan, kualitas produksi yang harus konsisten, kuantitas produksi yang konsisten dan terus meningkat, kontinuitas produksi yang harus mengimbangi distribusi, penggajian karyawan yang layak, dan perijinan-perijinan seperti perijinan produksi, bahan, dan hasil produksi.

Sampai artikel ini diterbitkan, jumlah UMKM di Indonesia itu ada hampir 60 juta. Data tersebut dari website kominfo berdasarkan informasi dari Kemenkop UKM. Artinya, setidaknya ada 60 juta produsen yang siap didistribusikan produknya dan itu berarti usaha yang bagus untuk masa depan sebenarnya tidaklah sulit. Cobalah berkeliling di sekitar tempat tinggal kita, pasti ada UMKM yang bisa dibantu jual produknya. Bantu mereka riset produk, sehingga kualitas produk dan kemasannya menjadi maksimal. Selain itu jangan lupa kita harus riset pasar, karena kita yang akan membantu distribusinya.

Jika kita memiliki rencana longterm business atau merintis usaha yang bagus untuk masa depan, maka pastikan bahwa supply produksi lancar. Hal ini menjadi ujian ketika kita telah menemukan ceruk atau pasar yang siap diguyur produk. Ketika permintaan tinggi sedangkan tidak diimbangi dengan supply produk yang baik, maka akan menjadi masalah baru bagi kita selaku penjual. Nanti di artikel lain akan kita beritahu tentang produk dengan permintaan pasar yang tinggi dan kuantitas produksi yang aman dan tentunya bisnis mudah dan menguntungkan.

Bisnis Pemula untuk Anak Muda : Produk Apa yang Sebaiknya Dijual

Produk yang tidak laku adalah produk yang tidak dijual. Begitulah kira-kira ungkapan, bahwa semua yang kita usahakan untuk jual, Insyaallah laku. Bagaimana bisa tahu laku atau tidak jika tidak dijual? Riset memang perlu, tetapi eksekusi akhir dari riset adalah implementasi.

Produk trending akan mudah dijual saat ini, dan serapan pasarnya cepat, namun akan mudah terjadi saturasi. Beda halnya dengan produk solutif, yang menjanjikan solusi dari setiap permasalahan yang dihadapi buyer. Untuk harga pun mengikuti, produk-produk solutif memiliki kemudahan dalam penentuan harga, tidak perlu banting harga pun akan mudah terjual

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More